Mengapa Afirmasi Saya Gagal
Selama ini anda mengenal sistem imunitas saat tubuh terkena infeksi. Hingga pengertian kita tentang imunitas jadi terbatas. Padahal dalam kesehatan mental juga dikenal sistem imunitas.
Dalam kesehatan mental, sistem imunitas tersebut disebut mekanisme mental (mental mechanism) atau biasa disingkat MM. Fungsi MM ini adalah untuk melindungi integritas mental seseorang dari rangsangan luar. Dengan adanya MM ini maka seseorang bisa mempertahankan identitasnya dan merespon setiap rangsang lingkungan sesuai dengan identitasnya.
Contohnya jika seorang laki diberi pakaian wanita akan menolak, karena tidak sesuai dengan identitasnya. Atau jika seseorang bernama Yosef, akan cuek² saja jika dipanggil Nina, atau bisa juga marah. Sehingga lebih lengkap jika istilah ini disebut sebagai mekanisme respon mental (mental response mechanism) atau disingkat MRM.
MRM banyak sekali bentuknya. Ada yang bersifat dewasa (mature) ada juga yang dianggap tidak dewasa (imature). Pembagian ini dilihat efektif tidaknya bentuk MRM tersebut. Salah satu bentuk MRM yang paling awal dan paling sering digunakan adalah represi.
Represi adalah salah satu MRM yang paling sering digunakan dan efektif hingga batas tertentu. Represi adalah cara untuk menekan atau menahan emosi saat ada hal yang tidak menyenangkan. MRM ini sangat efektif jika rangsangan atau informasi yang tidak menyenangkan tersebut memiliki intensitas tidak terlalu besar. Namun jika rangsang informasi tersebut memiliki intensitas dan kualitas yang cukup besar, maka represi tidak akan efektif. Terjadi ledakan emosi yang luar biasa.
Salah satu MRM lain adalah denial atau penyangkalan. MRM ini sering dianggap sebagai bentuk MRM imature. Seringkali digunakan pada masa anak. Contohnya seperti ini. Seorang ibu yang melarang anaknya makan coklat suatu hari menemukan anaknya makan coklat. Tapi si anak tetap membantah, mengaku tidak makan coklat. Walau mulutnya penuh lelehan coklat.
MRM lain adalah justifikasi atau pembenaran. Bentuk MRM ini biasanya sudah digunakan oleh anak yang lebih dewasa, suatu upaya untuk menunjukkan identitas diri. Contohnya masih pada kasus yang sama. Si anak tidak menyangkal makan coklat tapi mengatakan tidak apa-apa makan coklat karena dia sudah besar.
Ada lagi MRM yang dianggap imatur diantaranya adalah displacement atau memindahkan penyebab masalah. Contohnya, masih dari kasus di atas. Si ana menjawab terpaksa makan coklat karena rasanya terlalu enak, hingga dia tidak tahan untuk tidak memakannya ! ( ada² saja alasannya 😅).
Semua MRM tersebut terjadi tanpa disadari dan secara otomatis. Hal ini yang kadang terlewatkan oleh para motivator. Meski sudah diberi motivasi sebaik apapun dengan cara apapun ternyata kliennya tidak berubah. Tetap berkutat pada masalah yang sama.
Hal yang harus dilakukan tentu saja menghancurkan MRM lama dan membentuk MRM baru yang lebih sesuai. Lebih bisa diandalkan dalam beradaptasi dengan lingkungan aktual. Ini yang harus dilakukan sebelum memberi afirmasi atau motivasi baru.
Caranya, yang paling efektif adalah dengan suara. Tehnik ini telah lama dikenal dan dipraktekan. Sayangnya karena tidak memahami secara teoritis tidak terlalu dimanfaatkan secara optimal. Tehnik suara tersebut adalah mantra. Mantra adalah suara-suara tertentu yang tidak memiliki makna khusus. Suara tersebut harus tetap tidak memiliki makna dan tidak boleh diberi makna.
Banyak suara yang telah diwariskan berbagai tradisi keyakinan. Contohnya, AUM, OM, HUM, HUUNG, HAANG, HOONG, HUU, HUYAHAHU, dan masih banyak lagi.
Suara-suara tersebut diucapkan dengan cara tertentu hingga memberikan dampak psikologis. Tehnik ini biasa disebut katarsis atau mind cleansing. Biasanya saat mengucapkan suara-suara tersebut akan muncul letupan-letupan emosi yang menyertainya.
Idealnya saat melakukan latihan ini, didampingi oleh praktisi yang berpengalaman. Pendampingan terutama dibutuhkan bagi yang belum berpengalaman sama sekali. Tehnik ini sangat efektif untuk memancing semua informasi alam bawah sadar. Karena pada dasarnya alam bawah sadar tidak memiliki bahasa tapi rasa. Rasa berupa letupan emosi
Hal ini yang idealnya harus dilakukan para motivator sebelum menanamkan afirmasi, atau MRM baru ke alam bawah sadar seseorang. Dengan cara ini, afirmasi atau motivasi yang ditanamkan akan menjadi MRM baru. Tidak bercampur dengan MRM lama. MRM lama relatif bersih setelah dilakukannya katarsis atau mind cleansing.
Apakah ini hanya untuk kesehatan mental saja ? Untuk kesehatan fisik juga berlaku hal yang sama. Untuk kesehatan fisik yang perlu dibersihkan adalah MRF (mekanisme respons fisik) atau biasa kita kenal sebagai sistem imun. Caranya?…
Salam, semoga menjadi inspirasi hidup sehat.
Ditulis oleh: dr. Dikdik Kodarusman
Referensi: Mengapa Afirmasi Saya Gagal
Tags: